Tips Untuk Mengurangi Bounce Rate Website

Digital marketing agency – Sudah bisa dipastikan jika pemilik website menginginkan website yang dimiliki dikunjungi banyak orang. Ada banyak strategi dilakukan untuk meningkatkan trafik website, salah satunya adalah SEO. Ketika traffic sudah semakin banyak, maka harus bisa mempertahankan pengunjung tersebut supaya tetap di website tersebut. Saat pengunjung tidak melakukan aktivitas apa pun dan masuk ke halaman website selama beberapa detik. Hal ini sudah membuat persentase bounce rate menjadi tinggi pada website. Bounce rate merupakan persentase pengunjung yang langsung meninggalkan website setelah membuka satu halaman. Nilai bounce rate yaitu 0 – 100%. Semakin tinggi nilainya, artinya website tidak bagus.

Cara Mengurangi Bounce Rate Website

Jika Anda ingin mengurangi bounce rate, maka ada beberapa hal yang harus dipelajari. Diantaranya sebagai berikut ini.

  1. Meningkatkan Kualitas Konten

Saat pengunjung website membuka halaman, mereka belum tentu membaca konten website sampai habis. Apalagi jika konten yang dibuat memang tidak baik, maka pengunjung akan sulit membaca dan memilih menutup halaman tersebut. Oleh sebab itulah, sangat penting bagi Anda untuk bisa meningkatkan kualitas konten yang baik. Misalnya membuat artikel dengan paragraf pendek, memanfaatkan subheading, serta menambahkan visual menarik.

  1. Menggunakan Topik Konten Relevan

Saat website mendapatkan trafik dari keyword yang sama sekali tidak berkaitan dengan produk atau layanan Anda. Bounce rate akan mungkin tinggi. Oleh karena itulah, saat riset keyword bukan hanya volume pencarian tinggi yang diperhatikan. Namun juga harus mempertimbangkan relevansi dengan produk yang ditawarkan. Semakin relevan keyword dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Maka akan semakin rendah bounce rate-nya.

  1. Membuat Konten Secara Search Intent

Search intent merupakan istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan tujuan pencarian online. Untuk search intent ini sendiri ada 4 jenisnya. Seperti informational keyword, navigational keyword, commercial investigation keyword, dan transactional keyword.

  1. Meningkatkan Kecepatan Website

Hal paling penting untuk mengurangi bounce rate adalah meningkatkan kecepatan website. 53% pengguna internet akan meninggalkan website jika loading page lebih dari 3 detik. 79% orang kecewa dengan website loading lama dan menyatakan tidak akan kembali ke website tersebut. Hal ini memang benar. Banyak pengunjung lebih suka dengan website yang memiliki loading page cepat. Dengan begitu Ketika ingin berkunjung ke halaman lain bisa langsung terbuka tentunya.

  1. Website Mobile Friendly

Masyarakat Indonesia melakukan pembelian online dengan menggunakan perangkat mobile. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi atau website yang berbasis mobile friendly memang banyak dipilih. Oleh sebab itulah, pastikan untuk membuat website yang mobile friendly untuk mengurangi bounce rate.

  1. Mengatur Link Menjadi Open in New Tab dan No Follow

Ketika menggunakan eksternal link, Anda bisa membuat link menjadi ‘open new tab’. Dengan memasukkan link website lain pada website kita, link tersebut pasti mengarahkan pengunjung ke website tersebut. Jika membuat open new tab, maka akan membuat mereka tetap berada di website kita. Selain itu, Anda juga membutuhkan no follow link untuk menjaga kualitas SEO website di mesin pencari.

  1. Menghindari Pop Up Berlebihan

Pop Up memang bisa membantu memperoleh leads lewat subscriber blog atau newsletter. Namun di sisi lain, pop up tidak disukai oleh banyak pengguna internet. Anda tetap bisa menggunakan pop up, namun jangan berlebihan. Maksudnya adalah jangan menampilkan pop up tiap saat pada pengunjung website. Hal ini malah akan membuat mereka terganggu saat di website Anda.